Sarat Nuansa Tradisi, Intip Sakralnya Prosesi Penganugerahan Gelar Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEDAN – Langkah anggun dayang-dayang dan derap tertib pengawalan prajurit membuka tabir keagungan tradisi Melayu di Balairung Hotel Miyanna Medan, Sabtu (22/8/2026). Suasana khidmat langsung menyelimuti ruangan saat arak-arakan Yang Teramat Mulia (YTAM) Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI, Tuanku Muhammad Fauzi, S.Kom., M.H., bergelar Al Mulk Akbar Shah, melangkah berdampingan bersama Yang Amat Mulia (YAM) Cik Anita, S.E., bergelar Sri Ampuan Permaisuri Diraja.
Perhelatan Majelis Merafak Sembah Tahniah sempena Hari Jadi Ke-16 Pernikahan Diraja ini digelar tertutup sejak pukul 10.00 WIB. Mengusung tata upacara adat yang sarat filosofi, majelis ini dipimpin oleh kepanitiaan di bawah Datok Maulana dan dibuka secara resmi oleh Penghulu Balai.
Iringan diraja masuk dengan kawalan ketat Datok Laksamana, Datok Panglima Perang, Datok Bentara Kiri, Datok Bentara Kanan, kezuriatan, Datok Perangkat, hingga para Datin. Selepas Raja dan Permaisuri bersemayam di singgasana kebesaran, majelis mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul lantunan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan doa oleh Datok Imam, serta pemaparan alu-aluan sejarah Kejeruan Metar Bilad Deli oleh Datok Setia Diraja.
Puncak kekhidmatan terjadi saat prosesi kurnia kehormatan dimulai. Satu per satu tokoh yang dinilai berjasa menjaga marwah Melayu dipanggil menghadap singgasana. Di hadapan Raja, para penerima anugerah dipasangkan selempang kebesaran, disematkan pingat, serta menerima keris pusaka sebelum menandatangani naskah ikrar amanah. Gelar yang dianugerahkan terbagi dalam beberapa tingkatan:
-
Datok Sri: Datok Sri Haji Mohd Rosli Ibni Haji Bakir (Gelar: Datok Sri Moksha Arya Wangsa Diraja KMBD), Datok Sri Teuku Syeh Zubaili, S.Sos.I Ibni Teuku Raja Muda (Gelar: Datok Sri Panca Wangsa Setia Utama Diraja KMBD), dan Datok Sri Prof. DR. Fekri Juliansyah, S.IP., Ph.D (Gelar: Datok Sri Indra Utama Diraja KMBD).
-
Limpah Kurnia: Datok Bobby Irwansyah, S.E. (Gelar: Datok Nirmana Setia Wangsa Diraja KMBD), Datok Ilham Sa’dani Damanik, S.H. (Gelar: Datok Adhivakta Setia Bangsawan Diraja KMBD), dan Datok Willy Firmansyah (Gelar: Datok Raksaka Setia Perkasa Diraja KMBD).
-
Datok Perangkat & Timbalan: Datok Agung Indra Syahputra, S.H., Datok Irfan Syah, Datok Muhammad Irvan, S.E., serta Datok Arifuddin, S.H., S.Pd.I., M.Pd.
-
Datin: Datin May Sara, Datin Khairunnisa, S.E., Datin Nurma Dewi Amra, S.Sos.I., S.Pd.I., Datin Hj. Fitriani, A.Md.Ak., Datin Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked(PA)., Sp.PA., Datin Juliana, dan Datin Dra. Hj. Fatimah Zahara, M.Pd.
Dalam Amaran Diraja, Tuanku Muhammad Fauzi menegaskan bahwa gelar adat ini bukan sekadar lambang prestise sosial.
“Gelar kebangsawanan adalah amanah besar. Para Datok dan Datin memikul tanggung jawab moral untuk menjaga marwah adat Melayu, berpegang teguh pada syariat Islam, serta mengabdikan diri demi kemaslahatan masyarakat hingga akhir hayat,” tegas Tuanku Muhammad Fauzi.
Majelis sakral ini turut disaksikan sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Anggota Komisi IV DPRD Sumut Fajri Akbar, S.H., Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudparekraf Sumut Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos., M.SP., serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumut, Joe.
Di sela acara, kepedulian terhadap regenerasi adat ditandai dengan penyerahan Sijjil Penghargaan kepada MTs Darul Ulum Medan (Yayasan Budi Agung Medan) sebagai Sekolah Pelestari Budaya Melayu Kota Medan.
Setelah ditutup kembali oleh Penghulu Balai, prosesi diakhiri dengan tradisi Santap Diraja, sesi foto bersama, serta pengucapan ulang ikrar setia yang diperbaharui oleh para Datok Perangkat, Datok Timbalan, dan Datin guna memastikan nilai-nilai luhur Melayu Deli terus tegak tak lekang oleh waktu.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar